Sunday, February 28, 2021

Pengertian Ruang lingkup Manfaat Latar Belakang dan Tujuan Sosiologi Pendidikan Islam

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.  Latar belakang

Pendidikan dalam suatu bangsa merupakan salah satu bentuk dasar peningkatantan sumber daya masyarakat. Untuk mencapai SDM yang baik pemerintah serta lembaga non pemerintah berupa menciptakan pendidikan dengan berbagai desain ilmu. Salah satunya sosiologi pendidikan Islam,  dalam sosiologi pendidikan Islam akan membahas tentang berkehidupan masyarakat dengan baik yang ada pada sekitar kita.

Sosiologi pendidikan Islam merupakan mata kuliah yang diberikan pada perguruan tinggi Islam negeri dan perguruan tinggi islam swasta.  Salah satu tujuan mempelajari sosiologi pendidikan Islam adalah untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga kemudian mampu memahami prinsip sosiologi pendidikan islam dan mampu mengenali dan memecahkan masalah-masalah pendidikan Islam atas dasar prinsip tersebut.

Sosiologi mempunyai kontribusi penting bagi pendidikan Islam dalam kaitannya dengan penerapan agama dalam kehidupan bermasyarakat, dan juga sosiologi pendidikan  Islam ialah ilmu yang membicarakan dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan serta mengorganisasikan pengalaman.[1] Oleh karena itu kami akan membahas tentang pengertian, ruang lingkup, manfaat, latar belakang, dan tujuan psosiologi pendidikan Islam.

 

B.     Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang sudah dijelaskan, kami akan mengambil beberapa rumusan masalah, yakni :

1)      Apa pengertian sosiologi Pendidikan islam ?

2)      Bagaimana latar belakang sosiologi pendidikan islam ?

3)      Apa tujuan sosiologi pendidikan islam ?


B.     Tujuan Masalah

Dengan diuraikan rumusan masalah tersebut maka tujuannya adalah:

1)      untuk mengetahui pengertian sosiologi pendidikan Islam

2)      untuk mengetahui latar belakang sosiologi pendidikan Islam

3)      untuk mengetahui tujuan sosiologi pendidikan Islam

C.    Batasan Masalah

Dalam makalah ini kami hanya membatasi tentang  Pengertian, Ruang lingkup, Manfaat, Latar Belakang dan Tujuan Sosiologi Pendidikan Islam.

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian Sosiologi Pendidikan islam

Secara etimologis,sosiologi berasal dari dua kata Latin yaitu, socius artinya teman,sahabat,kawan dan logos artinya, ilmu pengetahuan .Menurut Alvind Betrand,”Sosiologi adalah studi tentang hubungan antara manusia (human Relationship).” Menurut Peter L .Berger,”Sosiologi adalah  studi ilmiah  mengenai hubungan hubungan masyarakat dengan individu .Mayor Polak mendefinisikan sosiologi lebih terperinci lagi yaitu suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan ,yakni hubungan antara manusia dengan manusia ,manusia dengan kelompok ,kelompok dengan kelompok ,baik formal maupun material ,baik statis maupun dinamis. Pendidikan yang diartikan sebagai “proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan ”, dan Islam, yaitu “bersifat keislaman”[1]

Sedangkan pengertian sosiologi pendidikan itu sendiri menurut Prof .Dr .S. Nasution ,sosiologi pendididkan ialah ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik. Dari pengertian di atas, dapat kita simpulkan bahwa Sosiologi Pendidikan Islam adalah ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik sesuai dengan ajaran agama Islam, mengatur bagaimana seorang individu berhubungan dengan individu yang lain sesuai dengan kaidah-kaidah Islam yang akan mempengaruhi individu tersebut dalam mendapatkan serta mengorganisasikan pengalamannya.Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis proses sosialisasi anak,baik dalam keluarga,sekolah,maupun masyarakat.Juga pengaruh lingkungan dan kebudayaan masyarakat terhadap perkembangan pribadi anak .

Di dalam ruang lingkup sosiologi pendidikan islam mencakup  masalah-masalah yang harus di selidiki sosiologi pendidikan meliputi pokok-pokok antara lain[1]

1)      Hubungan sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat

a)      Hubungan pendidikan dengan sistem sosial atau struktur sosial

b)      Hubungan antara sistem pendidikan dengan proses kontrol sosial dan sistem  

c)      kekuasaan 

d)     Fungsi pendidikan dalam kebudayaan

e)      Fungsi sistem pendidikan dalam proses perubahan sosial dan kultural

f)       Fungsi sistem pendidikan formal bertalian dengan kelompok rasial, kultural dan sebagainya.

2)      Hubungan antar manusia di dalam sekolah

Lingkup ini lebih condong menganalisis struktur sosial di dalam sekolah yang memiliki karakter berbeda dengan relasi sosial didalam masyarakat luar sekolah, antara lainya itu :

a)      Hakikat kebudayaan sekolah sejauh ada perbedaannya dengan kebudayaan  

diluar sekolah

b)      Pola interaksi sosial dan struktur masyarakat sekolah, yang antara lain meliputi 

berbagai hubungan kekuasaan, stratifikasi sosial dan pola kepemimpinan informal.

3)      Pengaruh sekolah terhadap perilaku dan kepribadian semua pihak disekolah atau lembaga pendidikan

a)      Peranan sosial guru-guru atau tenaga pendidikan

b)      Hakikat kepribadian guru atau tenaga pendidikan

c)      Pengaruh kepribadian guru atau tenaga kependidikan terhadap kelakuan anak   

atau peserta didik

d)      Fungsi sekolah atau lembaga pendidikan dalam sosialisasi murid atau peserta   

didik

4)      Lembaga Pendidikan dalam masyarakat

Disini dianalisis pola pola interaksi antara sekolah atau lembaga pendidikan dengan kelompok-kelompok sosial lainnya dalam masyarakat disekitar sekolah  atau lembaga pendidikan. Hal yang termasuk dalam wilayah itu antara lain:

a.       Pengaruh masyarakat atas organisasi sekolah atau lembaga pendidikan

b.      Analisis proses pendidikan yang terdapat dalam system-sistem social dalam  

masyarakat luar sekolah

c.       Hubungan antar sekolah dan masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan 

d.      Faktor-faktor demografi dan ekologi dalam masyarakat berkaitan dengan   

organisasi sekolah yang perlu untuk memahami sistem pendidikan dalam  

masyarakat serta integrasinya didalam keseluruhan kehidupan masyarakat.

Sosiologi pendidikan tidak hanya mempelajari masalah-masalah sosial dalam pendidikan saja, tetapi juga hal-hal pokok lain, seperti tujuan pendidikan,bahan kurikulum,strategi belajar, sarana belajar, dan sebagainya. Sosiologi pendidikan ialah analisis ilmiah atas proses sosial dan pola-pola sosial yang terdapat dalam sistem pendidikan[2].

Sosiologi pendidikan bermanfaat besar bagi para pendidik, selain berharga untuk menganalisis pendidikan, juga bermanfaat untuk memahami hubungan antar manusia disekolah serta struktur masyarakat. Sosiologi pendidikan islam juga bermanfaat untuk menciptakan generasi yang mampu berinteraksi sosial dengan baik.

B.     Latar Belakang Sosiologi Pendidikan Islam

Saat ini fakta menunjukkan bahwa masyarakat mengalami perubahan yang sangat cepat, progresif, dan sering menunjukkan gejala desintregatif (berkurangnya kesetiaan terhadap nilai-nilai umum), jika nilai-nilai umum saja sudah tidak diperhatikan lagi, apa lagi dengan nilai-nilai agama. Perubahan sosial yang cepat juga menimbulkan cultural lag (ketinggalan kebudayaan akibat adanya hambatan-hambatan), yang menjadi sumber masalah-masalah dalam sosial masyarakat. Masalah-masalah juga dialami dunia pendidikan oleh karena itu para ahli sosiologi diharapkan mampu menyumbangkan pemikirannya untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan.[3]

Anak dalam perkembangannya dipengaruhi oleh orang tua (pendidikan informal), guru-guru/sekolah (pendidikan formal), dan masyarakat (pendidikan non formal). Dari ketiga aspek tersebut, pengaruh lingkunganlah yang paling menentukan. Pendidikan sendiri dapat dipandang sebagai sosialisasi yang terjadi dalam interaksi sosial. Maka seorang pendidik harus berusaha menganalisis pendidikan dari segi sosiologi, mengenai hubungan antara manusia baik dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat (dengan sistem sosialnya).

Pendidikan islam mempunyai peran aktif dalam menciptakan generasi yang mampu berinteraksi sosial dengan baik, sebaliknya sosiologi memberikan informasi ke dalam dunia pendidikan tentang nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Pendidikan Agama Islam mengenalkan kepada peserta didik tentang nilai-nilai yang terdapat dalam Agama Islam agar kelak ilmu yang dimiliki dan kemudian diamalkan sesuai dengan nilai-nilai dan ajaran keagamaan meskipun tidak secara mayoritas masyarakat Indonesia adalah islam akan terapi sebuah nilai.

      Pendidikan islam  bisa dianggap berhasil ketika peserta didik mempunyai kemampuan dan potensi untuk dimanfaatkan oleh dirinya, masyarakat, agama, bangsa, dan negara. Di sinilah letak hubungan fungsionalitas dan korelasi antar pendidikan islam dengan sosiologi, karena sosiologi membahas tentang interaksi sosial di masyarakat. Keberhasilan dalam pendidikan agama Islam tidak hanya bisa ditentukan dengan struktur nilai yang disimbolkan dengan angka, melainkan lebih ditentukan oleh kehidupan interaksi sosial sehari-hari yang terjadi di sekolah, baik antar masyarakat, sekolah maupun antara sekolah dengan masyarakat sekitar dengan nilai-nilai keislaman.

      Sosiologi mempunyai konstribusi penting bagi pendidikan agama Islam dalam kaitannya dengan penerapan agama dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu kemudian adanya “sosiologi pendidikan Islam”, yang mengkaji tentang mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik sesuai dengan ajaran agama Islam, mengatur bagaimana seorang individu berhubungan dengan individu yang lain sesuai dengan kaidah-kaidah Islam yang akan mempengaruhi individu tersebut dalam mendapatkan serta mengorganisasikan pengalamannya.

C.    Tujuan Sosiologi Pendidikan Islam

Tujuan sosiologi pendidikan Islam dapat dirumusakan sebagai berikut[4]:

a)      Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis proses sosialisasi anak,baik dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dalam hal ini, harus diperhatikan pengaruh lingkungan dan kebudayaan masyarakat terhadap perkembangan pribadi anak.

b)      Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis perkembangan dan kemajuan sosial. Banyak orang dan pakar beranggapan bahwa pendidikan memberikan kemungkinan  yang besar bagi kemajuan masyarakat.

c)      Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis status pendidikan dalam masyarakat.Berdirinya suatu lembaga pendidikan dalam masyarakat  sering disesuaikan dengan tingkatan daerah tempat lembaga pendidikan itu berada. Misalnya, perguruan tinggi bisa didirikan di tingkat provinsi atau minimal kabupaten yang animo mahasiswanya cukup tinggi serta tersedianya  dosen yang bonafid.

d)     Sosiologi pendidikan  bertujuan menganalisis  partisipasi orang-orang terdidik atau berpendidikan  dalam kegiatan sosial. Peranan dan aktivitas warga yang berpendidikan sering menjadi ukuran  tentang maju dan berkembangnya kehidupan masyarakat. Peranan dan aktivitas warga yang berpendidikan sering menjadi ukuran tentang maju dan berkembangnya kehidupan masyarakat.

e)      Sosiologi pendidikan bertujuan membantu menentukan tujuan pendidikan.Sejumlah pakar berpendapat bahwa tujuan pendidikan nasional harus bertolak dan dapat dipulangkan kepada filsafat hidup bangsa tersebut.

Ada beberapa konsep  tentang tujuan sosiologi pendidikan antara lain sebagai berikut:

a)      Sosiologi pendidikan sebagai analisis proses sosialisasi

Yaitu mengutamakan proses bagaimana kelompok-kelompok sosial mempengaruhi kelakuan seorang individu. Francis Brown mengemukakan bahwa “sosiologi pendidikan memperhatikan pengaruh keseluruhan lingkungan budaya sebagai tempat dan cara individu memperoleh dan mengorganisasi pengalamannya”.

b)      Sosiologi pendidikan sebagai analisis kedudukan pendidikan dalam masyarakat.

Fungsi lembaga pendidikan dalam masyarakat dan menganalisis hubungan sosial antara sekolah dengan berbagai aspek masyarakat, seperti menyelidiki hubungan antara masyarakat pedesaan dengan sekolah rendah atau menengah. Juga meneliti fungsi sekolah sehubungan dengan struktur status sosial dalam lingkungan masyarakat tertentu.

c)      Sosiologi pendidikan sebagai analisis interaksi sosial di sekolah dan antara sekolah dengan masyarakat.

Menganalisis pola-pola interaksi sosial dan peranan sosial dalam masyarakat sekolah dan hubungan orang-orang di dalam sekolah dengan kelompok-kelompok di luar sekolah. Juga menyelidiki hubungan dan partisipasi guru dalam kegiatan masyarakat. Peranan tenaga pengajar di sekolah yang dapat menambah wawasan tentang kelompok-kelompok sosial dalam sekolah.

d)     Sosiologi pendidikan sebagai alat kemajuan dan perkembangan sosial

Para ahli menganggap bahwa pendidikan sosial merupakan bidang studi yang memberi dasar bagi kemajuan sosial dan pemecahan masalah-masalah sosial. Pendidikan dianggap sebagai badan yang mampu memperbaiki masyarakat, alat untuk mencapai kesejahteraan atau kemajuan sosial. Sedangkan sekolah dapat dijadikan sebagai alat kontrol sosial yang membawa kebudayaan ke puncak yang setinggi-tingginya.

e)      Sosiologi pendidikan sebagai dasar untuk menentukan tujuan pendidikan

Beberapa ahli memandang bahwa sosiologi pendidikan sebagai alat untuk menganalisis tujuan pendidikan secara objektif. Mereka mencoba mencapai suatu filsafat pendidikan berdasarkan analisis masyarakat dan kebutuhan manusia.

f)       Sosiologi pendidikan sebagai sosiologi terapan

Sosiologi pendidikan merupakan aplikasi sosiologi terhadap masalah-masalah pendidikan, misalnya kurikulum. Sosiologi bukan ilmu murni, akan tetapi merupakan ilmu terapan yang diterapkan untuk mengendalikan pendidikan. Para ahli sosiologi pendidikan menggunakan segala sesuatu yang diketahui dalam bidang sosiologi dan pendidikan yang kemudian dipadukan dalam suatu ilmu baru dengan menerapkan prinsip-prinsip sosiologi kepada seluruh proses pendidikan.

g)      Sosiologi pendidikan sebagai latihan bagi petugas pendidikan

Sosiologi pendidikan merupakan ilmu yang membicarakan dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan serta mengorganisasikan pengalamannya. Sosiologi pendidikan mempelajari kelakuan sosial serta prinsip-prinsip untuk mengontrolnya. Sedangkan menurut E.G. Payne tujuan utama dari sosiologi pendidikan adalah memberikan latihan yang serasi dan efektif kepada guru-guru, para peneliti dan orang-orang lain yang menaruh perhatian kepada pendidikan sehingga dapat memberikan sumbangannya kepada pemahaman yang lebih mendalam tentang pendidikan.

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

a)      Sosiologi Pendidikan ialah ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik. Dalam ruang lingkup sosiologi pendidikan islam mencakup  masalah-masalah yang harus di selidiki antara lain:  Hubungan sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat, Hubungan antar manusia di dalam sekolah, Pengaruh sekolah terhadap perilaku dan kepribadian semua pihak disekolah atau lembaga pendidikan, Lembaga Pendidikan dalam masyarakat. Sosiologi pendidikan bermanfaat besar bagi para pendidik. juga bermanfaat untuk memahami hubungan antar manusia disekolah serta struktur masyarakat.

b)      Sosiologi mempunyai konstribusi penting bagi pendidikan agama Islam dalam kaitannya dengan penerapan agama dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu kemudian diadakan “sosiologi pendidikan Islam”, yang mengkaji tentang nilai-nilai baik yang berlaku dimasayarakat dan lain sebagainya.

Sosiologi pendidikan memiliki beberapa tujuan diantaranya : menganalisis proses sosialisasi anak,baik dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat, menganalisis perkembangan dan kemajuan sosial, menganalisis status pendidikan dalam masyarakat, menganalisis  partisipasi orang-orang terdidik atau berpendidikan  dalam kegiatan sosial, membantu menentukan tujuan pendidikan.


[2]Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikan,(Jakarta :Rineka Cipta), h. 51

[3]Ibid, h. 46

[4]Ibid,  h. 51-53


[1]https://yuliantihome.wordpress.com/2012/09/19/sosiologi-pendidikan-islam, (diakses terakhir kali pada Sabtu, 23 September 2015, pukul 19:34).


[1]Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer,(Surabaya : Arkola), h. 45

No comments:

Post a Comment

Mad Thabi’i Mad Wajib Muttashil Mad Jaiz Munfashil

Pengertian Mad Thabi’i   Definisi mad secara bahasa adalah tambah. Menurut ulama ahli tajwid adalah memanjangkan suara huruf yang wajib dipa...